Harla Marga Danau ke-262 Digelar, FMBS Soroti Proposal Sumbangan: LAMD Sudah Berusia 262 Tahun, Mengapa Masih Menggalang Dana?

Uncategorized236 Dilihat

SumSel, Deliknet.Com – Perayaan Hari Lahir (Harla) Marga Danau ke-262 yang dijadwalkan digelar pada 27 September 2026 menuai sorotan dari Ketua Front Masyarakat Bersatu Sumatera Selatan (FMBS), Sarmedi Udan alias Pak Boy.

Sorotan tersebut bukan tertuju pada pelaksanaan kegiatan Harla, melainkan pada pola pendanaan acara yang disebut menggunakan daftar atau proposal undangan kepada sejumlah pihak untuk memberikan sumbangan.

Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sekitar 148 nama penyumbang dengan nominal yang bervariasi. Besaran sumbangan disebut mulai dari Rp100 ribu, Rp300 ribu, Rp500 ribu, Rp1 juta,, 1,4 juta, 1,6 Juta, 3 juta hingga 5 Juta.

Kondisi tersebut kemudian menjadi pertanyaan kritis bagi Pak Boy. Menurutnya, sebuah organisasi atau perkumpulan yang telah mampu bertahan hingga 262 tahun semestinya memiliki sistem pendanaan dan kas organisasi yang relatif kuat, sehingga tidak harus terus mengandalkan proposal sumbangan untuk membiayai kegiatan hari lahir.

Kalau sudah sampai 262 tahun, secara logika organisasi tersebut seharusnya sudah memiliki kekuatan finansial dan kas organisasi. Jadi, pertanyaannya, mengapa untuk melaksanakan Harla masih harus menjalankan proposal atau meminta sumbangan kepada banyak pihak?” ujar Pak Boy.

Ia menilai persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar masyarakat maupun para penyumbang mengetahui secara jelas bagaimana mekanisme pengumpulan dan penggunaan dana Harla tersebut.

Menurut Pak Boy, transparansi menjadi penting, terlebih jumlah penyumbang yang disebut mencapai sekitar 148 pihak dengan nominal sumbangan yang berbeda-beda. Dengan demikian, menurutnya, perlu ada penjelasan mengenai berapa total dana yang terkumpul, dari mana saja sumbernya, serta untuk apa seluruh dana tersebut digunakan.

Kalau memang sumbangan itu untuk kegiatan sosial dan pelaksanaan Harla, tentu harus jelas penggunaannya. Jangan sampai masyarakat hanya diminta memberikan sumbangan, tetapi tidak pernah mengetahui pertanggungjawaban dan penggunaannya,” tegasnya.

Lebih jauh, Pak Boy menduga adanya kemungkinan kepentingan oknum tertentu di balik penggalangan dana tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dugaan itu perlu dibuktikan melalui keterbukaan mengenai sumber penerimaan dan penggunaan anggaran kegiatan.

Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan momentum Harla untuk mencari keuntungan pribadi. Saya tidak mengatakan itu sudah terjadi, tetapi dugaan seperti itu harus dijawab dengan transparansi. Kalau semuanya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, tentu tidak ada persoalan,” katanya.j

Pak Boy juga menilai, semakin besar dan panjang usia sebuah organisasi, semakin besar pula tuntutan terhadap tata kelola yang profesional, termasuk dalam hal keuangan.

Menurutnya, perayaan Harla seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa organisasi mampu mengelola kegiatan secara terbuka dan bertanggung jawab.

Usia 262 tahun bukan usia yang pendek. Ini seharusnya menjadi cermin bahwa organisasi memiliki tata kelola yang matang. Jangan sampai nama besar dan usia panjang organisasi justru menimbulkan pertanyaan mengenai pengelolaan keuangannya,” ujar Pak Boy.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, Harla Marga Danau ke-262 akan dilaksanakan pada 27 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, SE., M.Si., dijadwalkan menerima penganugerahan gelar adat.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *