“Tiga Anggota Terdaftar Ditelantarkan, Cermin Ketidak Profesionalan Oknum Pengurus KSBI Kamiparho Air Batu di Acara Kapolri”

Uncategorized437 Dilihat

SumSel. Deliknet.Com – Kedatangan Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Republik Indonesia, dalam agenda Apel Bersama Ormas se-Sumatera Selatan di Stadion Bumi Sriwijaya pada Minggu (08/02/2026) seharusnya menjadi momentum memperkuat komunikasi antara kepolisian dan organisasi masyarakat. Ribuan peserta dari berbagai ormas hadir untuk mendengarkan pesan Kapolri terkait pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan hubungan harmonis antara masyarakat dan aparat.

Namun di tengah suasana kegiatan yang sarat simbol persatuan itu, muncul ironi kecil yang justru mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola organisasi di tingkat internal.

Tiga anggota Serikat   Air Batu yang berinisial FH, AO, dan PD mengaku telah lebih dahulu mencatatkan nama mereka dalam daftar kehadiran jauh sebelum hari pelaksanaan. Dengan semangat untuk mengikuti apel dan mendengarkan langsung arahan Kapolri, ketiganya bahkan berangkat sejak pagi menuju titik kumpul di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan.

Harapan itu berubah menjadi kebingungan.
Saat tiba di lokasi, mereka justru tidak dapat mengikuti kegiatan sebagaimana mestinya. Salah satu pengurus yang ditemui di lokasi, Tarmuji, menjelaskan secara singkat bahwa rompi peserta tidak dapat diambil tanpa kehadiran ketua umum. Ia juga menyebutkan bahwa data yang digunakan oleh ketua adalah data lama.

Penjelasan tersebut justru memperlihatkan adanya persoalan mendasar dalam pengelolaan administrasi organisasi.

AO, salah satu anggota yang hadir pagi itu, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan kurangnya profesionalitas pengurus dalam melakukan pendataan dan verifikasi anggota yang akan mengikuti kegiatan resmi.

Kami sudah mencatatkan nama sebelumnya dan datang sejak pagi. Tapi akhirnya tidak bisa ikut karena masalah data. Ini membuat kami kecewa dan merasa pengurus tidak profesional,” ujarnya.

Padahal, kegiatan yang menghadirkan Kapolri bukan sekadar seremoni. Bagi banyak anggota ormas, pertemuan seperti ini menjadi kesempatan penting untuk mendengar langsung pesan tentang peran organisasi masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan hubungan harmonis dengan aparat penegak hukum.

Kesalahan administratif yang tampak sederhana bisa berdampak pada hilangnya kesempatan tersebut.

Peristiwa ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Pengurus  KSBI Kamiparho  Air Batu. Organisasi masyarakat, sekecil apa pun skalanya, dituntut mampu menjalankan manajemen internal secara rapi dan transparan, terlebih ketika membawa nama organisasi dalam kegiatan resmi berskala besar.

Profesionalitas dalam pendataan anggota, koordinasi kegiatan, serta komunikasi internal bukan sekadar soal teknis. Ia merupakan cerminan tanggung jawab organisasi terhadap anggotanya sendiri.

Karena pada akhirnya, organisasi bukan hanya soal nama besar atau jumlah anggota. Ia juga diuji dari bagaimana pengurusnya menghargai komitmen orang orang yang datang dengan harapan, tetapi pulang dengan kekecewaan.(Son/Pov)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *