Palembang, Deliknet.Com – Ketua DPD GEMPUR, Hendri Zikwan, menilai proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSA di Palembang sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi.
Fasilitas ini dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan sekitar 20 Mega Watt listrik. Dengan timbulan sampah harian kota yang mencapai 1.100–1.200 ton, PLTSA diproyeksikan menjadi tulang punggung sistem pengelolaan sampah di Palembang.
Selain menghasilkan listrik, teknologi ini juga mampu mengurangi volume sampah hingga 80 persen, sehingga menekan produksi gas metana dari tempat pembuangan akhir yang berpotensi mempercepat pemanasan global. Sistem pengendalian emisi berlapis juga disiapkan untuk memastikan polusi udara tetap berada dalam standar lingkungan.

Namun tantangan besar masih ada di sektor pengangkutan sampah. Saat ini kota memiliki sekitar 160 armada pengangkut, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 225 unit agar distribusi 1.000 ton sampah per hari ke fasilitas pengolahan dapat berjalan stabil.
Menurut Hendri, keberhasilan proyek ini juga sangat bergantung pada peran masyarakat. Pemerintah Kota Palembang mendorong program 1 Kelurahan 1 Bank Sampah sebagai bagian dari penerapan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace). Dari 107 kelurahan yang ada, saat ini telah terbentuk 96 bank sampah yang berpotensi mengurangi 50 hingga 100 ton sampah per hari melalui pemilahan dan daur ulang.
Untuk memastikan target nasional pengurangan sampah 30 persen tercapai, pemerintah kota memantau data pengelolaan sampah melalui sistem nasional serta memperkuat regulasi daerah terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan pembatasan penggunaan plastik.

Dengan kombinasi pengelolaan dari hulu melalui bank sampah dan pengolahan di hilir melalui PLTSA, Palembang diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan bernilai energi bagi masyarakat.
Begitulah. Gunungan sampah yang biasanya cuma jadi masalah kini dipaksa bekerja jadi listrik. Lumayan. Setidaknya kali ini manusia mencoba mengubah kebiasaan buruknya menjadi sesuatu yang sedikit lebih berguna.(Red)





