Swamp Buffalo Center Banyuasin, Pusat Pengembangan Kerbau Rawa yang Siap Mengangkat Potensi Sumatera Selatan

Uncategorized110 Dilihat

SumSel, Deliknet.Com – Swamp Buffalo Center (SBC) hadir sebagai pusat pengembangan kerbau rawa yang menjadi kebanggaan Provinsi Sumatera Selatan. Berlokasi di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, kawasan ini dibangun sebagai pusat konservasi, penelitian, pembibitan, edukasi, serta pengembangan ekonomi berbasis peternakan kerbau rawa Pampangan.

Kerbau rawa Pampangan merupakan salah satu plasma nutfah asli Sumatera Selatan yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi tinggi. Ternak ini diperkirakan berasal dari persilangan kerbau yang dibawa dari India pada awal abad ke-19 dengan kerbau lokal. Populasinya banyak ditemukan di wilayah Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kabupaten Banyuasin. Kerbau rawa memiliki ciri khas berupa tubuh berwarna hitam, bagian bawah leher berwarna putih, tanduk pendek melingkar ke belakang, serta mampu menghasilkan susu berkualitas tinggi yang selama ini diolah masyarakat menjadi gula puan, salah satu kuliner khas Sumatera Selatan.

Kabupaten Banyuasin sendiri dikenal sebagai kawasan rawa terluas di Indonesia dengan luas sekitar 88.000 hektare. Potensi tersebut menjadikan daerah ini ditetapkan sebagai pusat studi penelitian rawa di Indonesia sehingga sangat mendukung pengembangan peternakan kerbau rawa secara berkelanjutan.

Swamp Buffalo Center mulai dipersiapkan sejak tahun 2014 dan pembangunan infrastrukturnya dimulai pada tahun 2018. Kawasan ini berdiri di atas lahan seluas 27 hektare, terdiri atas 12 hektare yang dibeli Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan 15 hektare hibah dari pemerintah desa. SBC memiliki visi menjadi kawasan terpadu yang mendukung terwujudnya Sumatera Selatan Maju dengan misi mewujudkan masyarakat yang kreatif dan sejahtera.

Selain menjadi pusat pembibitan, SBC juga mengembangkan berbagai program pemeliharaan modern. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari penanaman rumput sebagai pakan, pembuatan silase, pemberian vitamin dan obat-obatan, hingga pembinaan kelompok tani ternak sebagai upaya meningkatkan produktivitas peternak.

Kerbau rawa Pampangan memiliki banyak keunggulan. Hewan ini mampu beradaptasi dengan lingkungan rawa, hidup berkelompok, bahkan mencari pakan sambil menyelam di perairan. Susunya juga memiliki kandungan protein, lemak, dan kalsium yang tinggi sehingga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti yogurt, es krim, keju mozzarella, kerupuk susu, hingga sagon puan.

Meski demikian, pengembangan kerbau rawa masih menghadapi sejumlah tantangan. Pola pemeliharaan yang masih tradisional, produktivitas susu yang relatif rendah, serta terbatasnya pengolahan hasil menjadi tantangan yang terus diatasi melalui inovasi dan pendampingan peternak.

Dengan dukungan pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat, Swamp Buffalo Center diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan kerbau rawa bertaraf nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan peternak, pelestarian plasma nutfah lokal, dan pengembangan industri berbasis susu kerbau di Sumatera Selatan.(Pov/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *