Krisis Darah Mengintai, PMI Palembang Kejar Kekurangan 2.000 Kantong per Bulan

Uncategorized104 Dilihat

Palembang, Delinet.Com – Kebutuhan darah di Kota Palembang masih jauh dari kata aman. Setiap bulan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang membutuhkan sekitar 7.000 kantong darah, namun yang mampu dipenuhi baru berkisar 5.000 kantong. Artinya, ada kekurangan sekitar 2.000 kantong yang terus menjadi pekerjaan rumah.

Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani, mengungkapkan kondisi tersebut saat menjadi narasumber dalam program Halo Palembang di PalTV, Senin (6/4/2026). Ia menegaskan, meski capaian distribusi darah menunjukkan tren positif, tantangan memenuhi kebutuhan masyarakat masih belum teratasi sepenuhnya.

Upaya terus kami lakukan. Layanan juga semakin ditingkatkan, termasuk ambulans 24 jam. Tapi kebutuhan darah tetap tinggi, dan ini tidak bisa hanya mengandalkan donor saat kondisi darurat,” ujarnya.

Menurut Dewi, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama. Donor darah, kata dia, harus mulai dipandang sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar aksi sesaat ketika ada kebutuhan mendesak.

Untuk mengejar target tersebut, PMI Palembang menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya memperluas jangkauan kegiatan donor ke berbagai titik keramaian, memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah, swasta, hingga komunitas, serta meningkatkan edukasi tentang manfaat donor darah bagi kesehatan.

Tak hanya itu, PMI juga mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sistem donor darah terintegrasi dan penguatan relawan digital tengah disiapkan guna mempermudah akses informasi bagi masyarakat, baik yang ingin berdonor maupun yang membutuhkan darah.

Di tengah berbagai inovasi tersebut, Dewi memastikan aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. PMI Palembang terus menjaga standar mutu sesuai ketentuan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM, mulai dari proses skrining hingga distribusi darah.

Setiap darah yang disalurkan harus aman dan berkualitas. Ini komitmen kami,” tegasnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif terlibat dalam gerakan kemanusiaan ini. Menurutnya, peran anak muda sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif di lingkungan sekitar.

Anak muda punya energi besar untuk menggerakkan perubahan. Kami berharap mereka bisa menjadi pelopor kepedulian sosial, termasuk dalam donor darah,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, PMI Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan secara profesional. Bagi mereka, setiap kantong darah bukan sekadar angka, melainkan harapan hidup bagi sesama.(dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *