Reno Jemput Aspirasi Warga SP Padang, Infrastruktur Desa Jadi Sorotan Utama

Uncategorized294 Dilihat

OKI, Deliknet.com –  Reses bukan sekadar agenda formal yang diisi sambutan dan foto bersama. Di Desa Mangun Jaya, Kecamatan SP Padang, Jumat (28/2/2026), kegiatan itu menjadi ruang terbuka bagi warga menyampaikan kebutuhan riil yang selama ini mereka rasakan.

Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari Fraksi PDI Perjuangan, Reno, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat pada masa sidang II tahun 2025/2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Mangun Jaya Herman, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur kelembagaan, serta tokoh dan warga setempat.

Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan mendesak yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah. Di antaranya pembangunan tembok penahan tanah, perbaikan jembatan yang dinilai rawan, peningkatan jalan pertanian guna menunjang distribusi hasil kebun, hingga kebutuhan ambulans desa untuk pelayanan darurat.

Kepala Desa Mangun Jaya, Herman, mengapresiasi kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat. Ia berharap seluruh usulan yang disampaikan tidak berhenti pada tataran wacana. “Momentum ini harus dimanfaatkan untuk menyampaikan kebutuhan prioritas desa agar dapat diperjuangkan secara nyata,” ujarnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Reno menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional anggota dewan untuk kembali ke daerah pemilihan dan mendengar langsung suara masyarakat. Seluruh masukan, kata dia, akan dirangkum menjadi pokok pikiran DPRD dan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten OKI sesuai skala prioritas pembangunan.

Ia juga menyampaikan komitmen DPRD OKI dalam mengawal setiap aspirasi agar benar-benar mencerminkan kebutuhan warga, bukan sekadar formalitas tahunan. “Kami akan mengawal usulan ini agar dapat direalisasikan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Reses tersebut diharapkan menjadi jembatan antara warga dan pemerintah daerah, sehingga pembangunan yang dilakukan tidak melenceng dari kebutuhan di lapangan. Dengan komunikasi yang terbuka, masyarakat berharap perubahan dapat dirasakan secara konkret di Desa Mangun Jaya. (PD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *