Klarifikasi Makna “Enjoy” Ratu Dewa: Bukan Menikmati Kabut Asap, Pemimpin Harus Tetap Tenang Hadapi Krisis

Uncategorized113 Dilihat

PALEMBANG, Deliknet.Com – Pernyataan Wali Kota Palembang Ratu Dewa yang menggunakan istilah “enjoy” saat membahas kondisi kabut asap di Kota Palembang sempat menuai sorotan dan menjadi perbincangan di media sosial.

Namun, Ratu Dewa kemudian memberikan klarifikasi. Ia menegaskan, istilah “enjoy” yang disampaikannya tidak dimaksudkan sebagai bentuk rasa senang, nyaman, apalagi menikmati kondisi ketika masyarakat tengah menghadapi dampak kabut asap.

Menurut Ratu Dewa, maksud pernyataan tersebut lebih berkaitan dengan sikap seorang pemimpin ketika menghadapi situasi krisis. Pemimpin, kata dia, harus mampu menjaga ketenangan, tidak mudah panik, serta tetap fokus mengambil keputusan dan bekerja mencari solusi bagi masyarakat.

Tidak ada kata ‘enjoy’ dalam arti senang atau nyaman ketika warga sedang menderita. Yang saya maksud adalah seorang pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi krisis,” demikian penjelasan Ratu Dewa yang dikutip dari pemberitaan sebelumnya.

Ia menilai, kepanikan seorang pemimpin justru dapat mengganggu proses pengambilan keputusan dan koordinasi di lapangan. Karena itu, ketenangan diperlukan agar pemerintah tetap mampu bekerja secara terarah dalam menghadapi persoalan kabut asap.

Kalau pemimpin ikut panik, tentu akan lebih sulit mencari solusi dan mengambil keputusan yang tepat. Ketegaran itu bukan berarti tidak peduli, melainkan cara untuk tetap fokus bekerja melindungi masyarakat,” jelasnya.

Ratu Dewa juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang memahami keresahan masyarakat akibat kabut asap, terutama dampaknya terhadap kesehatan, anak-anak, serta aktivitas warga.

Ia menyatakan Pemkot Palembang terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan dan mengurangi dampak kabut asap. Persoalan tersebut, menurutnya, tidak dapat diselesaikan oleh satu pemerintah daerah saja karena kabut asap juga dipengaruhi kondisi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar Palembang.

Di sisi lain, Ratu Dewa telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak akibat penggunaan istilah tersebut. Permintaan maaf itu disampaikan setelah pernyataannya menjadi viral dan menimbulkan beragam persepsi di tengah masyarakat.

Klarifikasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa “enjoy” yang dimaksud bukanlah ajakan untuk bersantai menghadapi kabut asap. Pesannya adalah bagaimana seorang pemimpin tetap tenang dalam situasi sulit agar pemerintahan tidak kehilangan kendali, sementara pekerjaan untuk mengatasi persoalan dan melindungi masyarakat tetap berjalan.

Sebab, dalam situasi krisis, masyarakat tentu tidak hanya membutuhkan pemimpin yang tenang, tetapi juga membutuhkan kerja nyata, kecepatan bertindak, koordinasi yang kuat, serta langkah konkret untuk mengurangi dampak kabut asap.

Dengan demikian, substansi yang perlu dilihat bukan semata-mata satu kata “enjoy”, melainkan bagaimana klarifikasi tersebut diterjemahkan dalam tindakan nyata pemerintah di lapangan. Tenang bukan berarti diam, dan tidak panik bukan berarti tidak peduli. Justru ketenangan seorang pemimpin harus terlihat dari kemampuan pemerintah bekerja menyelesaikan persoalan dan melindungi masyarakat.(Jak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *