DPD Gempur Dukung Penuh CFD Palembang, Hendri Zikwan: “Ruang Publik Harus Kembali untuk Rakyat”

Uncategorized124 Dilihat

Palembang, Deliknet.Com  –  kembali menggeliat. Ribuan warga kini menikmati udara pagi tanpa kepungan asap kendaraan melalui pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap Minggu pagi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Jembatan Ampera. Di tengah tingginya antusias masyarakat, dukungan penuh juga datang dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Masyarakat Peduli dan Perjuangan Rakyat (DPD Gempur).

Ketua DPD Gempur, Hendri Zikwan, menegaskan bahwa CFD bukan sekadar agenda olahraga mingguan, melainkan simbol kembalinya ruang publik kepada masyarakat.

Selama ini jalan raya lebih banyak dikuasai kendaraan. Warga seperti dipaksa menepi di kotanya sendiri. CFD menjadi bentuk keadilan ruang kota dan ruang publik harus kembali untuk rakyat,” tegas Hendri, Kamis (15/5/2026).

Menurutnya, pelaksanaan CFD yang dimulai sejak April 2026 dan kini berjalan rutin tanpa tahap uji coba tambahan merupakan langkah positif Pemerintah Kota Palembang dalam menciptakan ruang sosial yang sehat, aman, dan manusiawi.

DPD Gempur menyampaikan sedikitnya tiga alasan utama mengapa program CFD layak mendapat dukungan penuh dari masyarakat maupun pemerintah.

1. Menjaga Kesehatan dan Lingkungan

Penutupan ruas jalan selama empat jam dinilai efektif mengurangi polusi udara dan kebisingan di pusat Kota Palembang. Warga dapat berolahraga, berjalan kaki, hingga bersepeda dengan lebih nyaman tanpa asap kendaraan bermotor.

CFD juga menjadi ruang interaksi sehat bagi keluarga dan komunitas yang selama ini minim ruang terbuka publik.

2. Menghidupkan Ekonomi UMKM

Kawasan CFD kini dipenuhi ratusan pedagang kecil dan pelaku UMKM yang memanfaatkan keramaian untuk berjualan makanan, minuman, hingga produk kreatif lokal.

Ini seperti pasar rakyat gratis yang hidup setiap Minggu pagi,” ujar salah satu pedagang kopi di kawasan Ampera.

Aktivitas ekonomi yang tumbuh dari CFD dinilai mampu membantu perputaran ekonomi masyarakat kecil tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa tempat usaha.

3. Menjadi Ruang Pendidikan dan Kreativitas Publik

Selain olahraga, CFD juga menjadi wadah tumbuhnya berbagai komunitas, mulai dari senam, lari, seni jalanan, hingga diskusi publik.

DPD Gempur menilai ruang seperti ini penting untuk membangun budaya kota yang lebih sehat dan inklusif.

Bukan hanya perut yang bergerak, tapi juga pikiran masyarakat ikut hidup,” ungkap Hendri.

Meski mendukung penuh, DPD Gempur tetap meminta Pemerintah Kota Palembang melakukan evaluasi secara transparan dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Mereka mendorong adanya penambahan fasilitas umum seperti toilet portable, akses ramah difabel, titik sampah yang memadai, hingga pengawasan ketat agar tidak terjadi pungutan liar terhadap pedagang UMKM.

Kalau tujuannya benar-benar untuk rakyat, maka rakyat juga harus dilibatkan dalam evaluasinya. Jangan sampai CFD hanya menjadi seremoni sesaat,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Ratu Dewa menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap CFD terus meningkat, bahkan menarik perhatian wisatawan dari luar daerah seperti Pagar Alam, Muratara, Bangka Belitung hingga Banjarmasin.

Pemerintah Kota Palembang juga berencana menjadikan CFD sebagai agenda rutin mingguan dengan sosialisasi lebih masif terkait rekayasa lalu lintas dan durasi kegiatan hingga pukul 09.00 WIB.

Dengan dukungan publik yang terus menguat, CFD Palembang dinilai berpotensi menjadi model ruang publik sehat dan modern di Sumatera Selatan. Kota akhirnya memberi sedikit ruang bagi manusia untuk bernapas, berjalan, dan tertawa bersama. Sebuah konsep yang ternyata masih perlu diperjuangkan di tengah hutan knalpot dan beton.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *