17 Kilometer Derita Jalan Desa Kejagung Rusak Parah, Akses Ekonomi Dipertaruhkan, Pemerintah Ke Mana?

Uncategorized219 Dilihat

BANYUASIN, Deliknet.Com — Di tengah gencarnya narasi pembangunan dan pemerataan infrastruktur, kondisi jalan menuju Desa Kejagung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin justru menjadi ironi yang sulit dicerna akal sehat. Akses utama sepanjang kurang lebih 17 kilometer yang menghubungkan desa dengan jalan aspal utama masih berupa tanah liat licin saat hujan, berdebu saat kemarau, dan berbahaya setiap saat.

Jalan ini bukan sekadar jalur biasa. Ia adalah urat nadi ekonomi masyarakat. Dari sanalah hasil kebun diangkut, kebutuhan pokok didatangkan, dan aktivitas warga bergantung penuh. Namun alih-alih menjadi prioritas pembangunan, kondisi jalan justru dibiarkan memprihatinkan, seolah keselamatan warga bukan hal mendesak.

Saat hujan turun, jalan berubah menjadi jebakan. Permukaan tanah liat yang licin kerap membuat pengendara, baik roda dua maupun roda empat, kehilangan kendali. Insiden tergelincir bukan lagi kejadian langka, melainkan risiko harian yang harus dihadapi warga jika ingin tetap beraktivitas.

Ini bukan sekadar rusak, ini sudah membahayakan,” keluh salah satu warga. Pernyataan itu terdengar sederhana, tapi cukup menggambarkan situasi yang sebenarnya: akses vital dibiarkan dalam kondisi yang tidak layak.

Ironisnya, jalan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung perputaran ekonomi lokal. Ketika akses terganggu, bukan hanya mobilitas yang tersendat, tetapi juga pendapatan masyarakat ikut tergerus. Biaya transportasi meningkat, distribusi barang terhambat, dan produktivitas warga menurun.

Situasi ini memunculkan pertanyaan yang semakin sulit dihindari: di mana keberpihakan terhadap desa-desa yang menjadi tulang punggung sektor riil? Ketika pembangunan sering digaungkan, kondisi seperti ini justru menunjukkan adanya ketimpangan perhatian yang nyata.

Masyarakat kini hanya bisa berharap atau mungkin sudah lelah berharap agar instansi terkait segera turun tangan. Perbaikan jalan bukan lagi soal kenyamanan, melainkan kebutuhan mendesak demi keselamatan dan kelangsungan hidup warga.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya roda kendaraan yang tergelincir, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap keseriusan pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar merata juga tergelincir. (Harson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *