Palembang, Deliknet.com – Upaya mempercepat pembangunan kota tak lagi bisa jalan sendiri. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mulai merapatkan barisan dengan berbagai elemen masyarakat, salah satunya Forum Cermin Kota.
Dalam audiensi yang digelar di ruang pertemuan lantai 8 Kantor Wali Kota, Rabu (8/4/2026), dialog terbuka berlangsung cukup cair namun serius. Fokusnya jelas: membedah persoalan kota sekaligus merumuskan langkah konkret agar pelayanan publik makin terasa dampaknya.
Ketua Forum Cermin Kota, Eka Syahruddin, menegaskan organisasinya siap jadi mitra aktif pemerintah. Bukan sekadar pendukung di atas kertas, tapi juga penyumbang gagasan dan pengingat bila arah kebijakan mulai melenceng.
Kami siap terlibat langsung, memberi masukan berkelanjutan agar program Ratu Dewa–Prima Salam benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Salah satu isu yang langsung mencuat adalah persoalan sampah yang tak kunjung selesai. Forum Cermin Kota mendorong percepatan program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang.
Menurut Eka, persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara lama. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari edukasi masyarakat hingga pemanfaatan teknologi.
Kami siap bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup, baik dalam edukasi, pengawasan, sampai inovasi berbasis teknologi,” ujarnya.
Tak hanya lingkungan, perhatian juga diarahkan pada sektor kesehatan. Forum Cermin Kota menyoroti pentingnya optimalisasi program Kartu Indonesia Sehat (KIS) agar lebih tepat sasaran dan mudah diakses masyarakat.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ratu Dewa menyambut positif. Ia menilai keterlibatan komunitas menjadi kunci penting dalam mempercepat pembangunan kota.
Peran masyarakat seperti Cermin Kota ini sangat kami butuhkan. Kami akan dorong dinas terkait agar sinergi ini bisa berjalan lebih konkret,” katanya.
Di sektor pengelolaan sampah, Pemkot juga menyiapkan langkah tegas. Salah satunya dengan memperkuat pengawasan berbasis teknologi melalui pemasangan CCTV di titik-titik rawan pembuangan sampah liar.
Langkah ini tak hanya untuk memantau, tapi juga menindak. Sanksi tegas disiapkan bagi pelanggar sebagai efek jera.
Kami tidak hanya mengandalkan imbauan. Penegakan aturan juga harus berjalan agar ada perubahan perilaku di masyarakat,” tegas Ratu Dewa.
Ia menekankan, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah. Perubahan kebiasaan masyarakat menjadi faktor penentu, yang harus dibarengi sistem pengawasan dan penegakan hukum yang konsisten.
Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih luas, demi mewujudkan Palembang sebagai kota yang bersih, sehat, dan semakin kompetitif.(hen)








