Jangan Buang Ibu” Getarkan Palembang, Kisah Perih yang Bikin Wali Kota Ikut Tersentuh

Uncategorized76 Dilihat

Palembang, Deliknet.Com  –  Film drama keluarga berjudul Jangan Buang Ibu mulai mencuri perhatian bahkan sebelum tayang. Saat dipresentasikan di hadapan Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, kisahnya langsung menyentuh sisi paling personal: hubungan anak dan ibu.

Audiensi tim produksi Leo Pictures berlangsung di rumah dinas wali kota, Kamis (9/4/2026), sekaligus menjadi ajang promosi awal film yang dijadwalkan tayang nasional pada 25 Juni 2026.

Film yang diadaptasi dari novel karya Wahyu Dera Priangga ini digarap oleh sutradara Hadrah Daeng Ratu. Ceritanya sederhana, tapi menghantam: tentang pengorbanan seorang ibu yang justru dibalas dengan pengabaian.

Ratu Dewa tak menutupi emosinya. Ia mengaku kisah tersebut terasa dekat dengan kehidupan nyata, bahkan mengingatkannya pada peran besar seorang ibu dalam hidupnya.

Kekuatan doa ibu itu luar biasa. Saya bisa berada di posisi ini juga karena itu,” ujarnya.

Ia pun mengajak warga Palembang untuk tidak sekadar menonton, tapi menangkap pesan moral yang dibawa film ini. Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, hubungan anak dan orang tua sering kali jadi korban.

Produser eksekutif Evi Surahmawati menjelaskan, Palembang dipilih sebagai lokasi gala premiere pada 7 Juni 2026 bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki antusiasme tinggi terhadap perfilman, sekaligus pasar yang kuat untuk genre drama keluarga.

Film ini dibintangi oleh Nirina Zubir sebagai Ristiana, sosok ibu yang berjuang membesarkan tiga anaknya seorang diri setelah ditinggal suami. Ironinya, di usia senja, ia justru harus menerima kenyataan pahit dititipkan ke panti jompo oleh anak-anaknya sendiri.

Konflik itu diperkuat dengan kehadiran deretan pemain lain seperti Refal Hady, Amanda Manopo, Dwi Sasono, Erika Carlina, Basmalah Gralind, dan Fadly Faisal.

Cerita yang diangkat bukan hal baru, tapi justru itu masalahnya. Kisah orang tua yang ditinggalkan anaknya bukan sekadar plot film, melainkan realitas yang makin sering terjadi.(Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *