Palembang Tancap Gas Bangun Sekolah Rakyat, Kemensos Beri Sinyal Hijau, Harapan Baru bagi Anak Miskin

Uncategorized55 Dilihat

Palembang, Deliknet.com – Upaya menghadirkan keadilan pendidikan mulai menunjukkan arah nyata. Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, program strategis yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tak lagi terpinggirkan dari akses pendidikan.

Kota Palembang pun masuk dalam radar utama sebagai daerah percontohan. Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Kota Palembang, H. Aprizal Hasyim, dengan Sekretaris Jenderal Kemensos, Dr. Robben Rico, di Kantor Kemensos, Rabu (1/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kemensos secara terbuka mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kota Palembang yang dinilai serius mengawal program ini. Tak tanggung-tanggung, Palembang bahkan disebut sebagai kota strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis pengentasan kemiskinan.

Palembang ini termasuk daerah yang siap. Program Sekolah Rakyat sudah mulai berjalan dan menyasar langsung anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan,” ungkap Robben.

Meski begitu, Kemensos mengingatkan bahwa kesiapan tidak boleh berhenti pada wacana. Persoalan lahan dan administrasi harus segera dituntaskan. Status lahan wajib clear and clean agar pembangunan tidak tersendat di tengah jalan, seperti yang kerap terjadi pada proyek-proyek serupa.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan gagasan Presiden sebagai langkah konkret menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa, khususnya dari kelompok miskin dan rentan. Program ini tak hanya menawarkan pendidikan gratis, tetapi juga pendekatan menyeluruh terhadap kebutuhan siswa.

Setiap peserta didik nantinya akan mendapat dukungan anggaran sekitar Rp4 juta per bulan, mencakup kebutuhan makan, perlengkapan sekolah, hingga operasional tenaga pengajar. Fasilitas yang disiapkan pun tidak setengah hati, ditargetkan memiliki standar setara sekolah unggulan seperti SMA Taruna Nusantara.

Ini bukan sekadar sekolah, tapi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Palembang Aprizal Hasyim memastikan komitmen penuh pemerintah daerah. Lahan seluas sekitar 6,7 hektare telah disiapkan, berikut rencana peningkatan akses jalan serta kelengkapan dokumen seperti AMDAL dan analisis dampak lalu lintas.

Kami tidak ingin program ini berhenti di rencana. Semua aspek kami siapkan agar pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya.

Pembangunan sekolah permanen ditargetkan dimulai pada Juni 2026. Salah satu lokasi yang disiapkan berada di kawasan Lanud Sri Mulyono Herlambang dengan luas mencapai sekitar 6,9 hektare. Meski terkendala status aset, Pemkot mendapat dukungan dari pihak Lanud melalui skema pinjam pakai sambil menunggu proses hibah.

Jika terealisasi, Sekolah Rakyat ini diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Seluruh biaya pendidikan, termasuk seragam, akan ditanggung pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, M. Raimon Lauri, AR menegaskan bahwa program ini difokuskan bagi masyarakat miskin ekstrem (Desil 1 dan 2), kelompok yang paling rentan putus sekolah.

Yang utama adalah ketepatan sasaran. Sekolah ini hadir agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan yang layak tanpa biaya,” ujarnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat diharapkan bukan sekadar proyek, melainkan solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan di Kota Palembang.(Hen)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed